blog

Bus tengah malam antara jantung copot atau serta-merta sampai

Bus tengah malam antara jantung copot atau serta-merta sampai

Pengalaman pada awal mulanya naik bus tengah malam serentak dari jakarta ke malang menciptakan aku memberanikan diri lagi utk menemani ibunda tercinta yg sudah berumur lanjut usia nyaris( 80 th) buat menaiki salah satu armada sewa bus pariwisata tengah malam ternama yg memiliki kantor di dekat terminal kampung rambutan, jakarta timur.

Mendalami berangkat waktu bln ramadan dapat amat berat lantaran dapat menguras tenaga, tetapi semangat buat menyekar makam kerabat & bersilaturahmi dgn keluarga dekat di kota sejuk itu seperti jadi kapabilitas buat mengenyahkan perasaan takut & lelah tersebut.

Kami berdua bertolak kepada pekan, 03 juni 2018, & serasi jadwal kami memanfaatkan kendaraan transit ke stasiun kampung rambutan sebelum serta-merta menuju kota maksud. Bus akbar bagus yg berisi maksimal 30 orang penumpang itu pergi kepada pukul 13:30 & berakhir cuma di dua ruang pemberhentian buat rehat makan & selebihnya diisi dgn perjalanan yg “luar biasa” seperti “journey ala backpacker”.

Bus bersama dgn inisial “gh” & berwarna hijau ini berlainan bersama sewa bus pariwisata tengah malam yg sempat aku pakai diawal mulanya yg rada rutin & santun, sebab bus gh ini bukan cuma ngebut tetapi pun rada “ngawur” dikarenakan seperti dikejar-kejar buat serentak hingga ke area maksud. Seingat aku sopir yg bertugas cuma satu orang lantaran kalaupun ada cadangannya, ada perbedaan dalam kiat mengendarainya, tapi dapat saja aku salah, tetapi begitulah hampir tak ada perbedaan dari perjalanan yg berjalan tatkala 16-17 jam tersebut. Lucunya “energi” sopir itu tak ada lelahnya & konsisten “on” sampai akhir perjalanan mendekati kota malang (entah mengonsumsi apa ini sopir). Dgn kecepatan tinggi & tak ikuti aturan jarak bersama kendaraan di depannya maka nyaris menabrak truk pengangkut ayam, sementara jalan yg dilaluinya cuma pass utk dua mobil & buat kendaraan bermotor kepada sebelah kiri

Alhasil kendaraan mengerem mendadak & nyaris menabrak kendaraan didepannya, maka kami penumpang mesti terkaget-kaget & nyaris menubruk bangku didepannya (kami duduk di bangku ke-2 dibelakang sopir). Aku gusar sekali menyaksikan ibu aku nyaris saja terluka & aku pernah geram & menyindir sang sopir, tetapi kelihatannya si sopir ada di “alam lain” & telah terbiasa dgn tradisi ngebutnya & barangkali saja telah jadi pakem & sop (standard operation procedure) utk melaksanakan bus tengah malam ini.

Sebenarnya ngebut di jalan yg lengang tak ada masalah tetapi entah kenapa kiat ngebut bus ini yg membawa dari sebelah kanan & sebelah kiri, terang tak aman bagi bus itu sendiri & kendaraan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *